Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2010

Master Cheng Yen, Pendiri Tzu Chi

Master Cheng Yen dilahirkan pada tanggal 14 Mei 1937, di Desa Qingsui, Kabupaten Taichung, Taiwan. Sewaktu masih kecil, beliau diangkat pamannya menjadi anak dan menetap di Desa Fengyuan, Taichung bersama paman dan bibinya. Ayah angkatnya memiliki usaha bioskop di beberapa kota, seperti Taichung, Feng Yuan, Qingshui, Tanzi, dan tempat lainnya. Sebagai putri sulung, dan juga otaknya yang cerdas, maka meski belum genap berusia 20 tahun, beliau sudah sanggup membantu pekerjaan ayahnya, disamping juga membantu mengurus pekerjaan rumah tangga.


Jodoh Dengan Buddha
Master memiliki kodrat luwes dan tulus serta berbakti. Di tahun 1952, saat beliau berumur 15 tahun, Ibunya menderita acute gastric perforation (luka lambung akut) yang perlu dioperasi. Pada zaman itu, pembedahan merupakan tindakan yang sangat membahayakan. Oleh karena itu, Master Cheng Yen senantiasa berdoa demi kesehatan Ibunya, dan dengan tulus mengucapkan nama Bodhisattva Avalokitesvara, bahkan berikrar, "Asalkan Ibu dapat…

Sejarah Tzu Chi

Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen dilahirkan pada tanggal 14 Mei 1937 di Chingsui, Taiwan bagian tengah. Wafatnya sang ayah di tahun 1960 menjadikan beliau memahami bahwa hidup ini hanyalah sementara dan selalu berubah. Sejak saat itu beliau mulai mempelajari agama Buddha secara lebih serius sebelum akhirnya menjalani hidup sebagai bhiksuni pada tahun 1964.

Suatu hari di tahun 1966, Master Cheng Yen bersama beberapa pengikutnya datang ke suatu balai pengobatan di Fenglin untuk mengunjungi salah seorang umat yang menjalani operasi akibat pendarahan lambung. Ketika keluar dari kamar pasien, beliau melihat bercak darah di atas lantai tetapi tidak tampak adanya pasien. Dari informasi yang didapat diketahui bahwa darah tersebut milik seorang wanita penduduk asli asal Gunung Fengbin yang mengalami keguguran. Karena tidak mampu membayar NT$ 8.000 (sekitar Rp 2,4 juta), wanita tersebut tidak bisa berobat dan terpaksa harus dibawa pulang.

Keterangan Gambar: Inilah tempat Master Cheng Yen memb…

Tentang Tzu Chi

Dengan berpegang teguh pada semangat (kebersamaan dalam sepenanggungan dan sependeritaan) dari Sang Buddha, Tzu Chi menjalankan bakti sosialnya selama 43 tahun. Tzu Chi bagaikan samudera luas yang mampu menampung seluruh aliran anak sungai, semua orang dengan usia, pengetahuan, profesi, dan latar belakang yang berbeda-beda dapat membuktikan kekuatan dari (sirkulasi kebajikan), dapat ikut bergabung ke dalam barisan (memberikan kasih sayang), dan merasakan kepuasan dari implementasi sikap "melakukan dengan ikhlas dan menerima dengan sukacita". Baik yang berada di setiap pelosok Taiwan, atau yang berada di kediamannya di luar negeri, semua insan Tzu Chi selalu dengan senang hati dan tanpa menyesal, berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pemberian bantuan kemiskinan dan darurat, perlindungan kesehatan, memperkokoh dasar pendidikan dan kegiatan sosial budaya.

Andaikan uluran tangan insan Tzu Chi ini dapat menyucikan hati manusia, menyejahterakan masyarakat, menjauhkan segala ben…