Minggu, 20 September 2009

Lebaran di Jogja-Part 1

Jam 5 pagi, gw udah bangun, trus ketemuan ama nyokap di rumah bibi bokap. Katanya nyokap nggak sholat Ied karena halangan, trus gw ikut-ikutan nggak sholat Ied karena nggak ada teman. Kemudian, bokap dan adik cowok gw berangkat sholat Ied jam 6-an. Jam 6, seperti di spanduk, masih sepi. Kata bokap, alun-alun tersebut sepi dan baru ada 2 shaf. Baru pada jam 7 sudah ramai dipenuhi jamaah sholat Ied.

Jam 8 pagi, gw, nyokap dan bibi bokap, plus istri adik bokap dan anak cowoknya yang berumur 3 tahun, Devin berkumpul di rumah bibi bokap untuk makan lontong plus opor dan sambel krecek. Harus gw ketahui, bahwa istri adik bokap baru saja operasi pengankatan rahim karena kanker rahim. Katanya, dia tidak akan mendapat halangan seumur hidup dan tidak akan hamil dan memiliki anak lagi. Setelah operasi, dia nggak boleh ngangkat barang yang berat, jongkok, apalagi sholat, karena dapat merusak jahitan.

Jam 9 pagi, gw, bokap, nyokap, adik gw, bibi bokap dan Devin pergi nyekar ke makam eyang buyut gw dari pihak bokap. Istri adik bokap nggak jadi ikut karena mobil gw udah nggak cukup lagi. Gw udah pernah ke sana 12 tahun yang lalu, waktu gw masih 2 tahun. Kami menyekar mereka di makam dengan cara berdoa, membaca ayat-ayat pendek dan menaburkan bunga ke kuburan. Selesai menabur bunga, Devin malah merusak makam salah satu eyang buyut gw. Dia menggeser batu nisan. Bokap langsung memanggil pengurus makam untuk memperbaikinya.

Kemudian, kami pergi ke makam lagi. Kami menyekar eyang dari pihak bokap di sana. Kami juga menaburkan bunga ke kuburan. Sepulang dari makam, kami pulang ke rumah untuk istirahat sejenak. Jam 11 siang, gw, bokap, nyokap dan adik gw nyekar lagi di Klaten. Gw juga pernah ke sana waktu gw masih kecil. Kami juga berdoa dan menabur bunga. Seusai menyekar, selendang gw tersangkut pohon. Akhirnya masih bisa dilepas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar